Perbedaan Masyarakat Pedesaan dengan Masyarakat perkotaan

Posted: 11 October 2011 in Tugas

Masyarakat pedesaan tentunya memiliki perbedaan dengan masyarakat perkotaan. Tapi terkadang, perbedaan ini sering membuat masyarakat desa dianggap remeh oleh kebanyakan orang awam yang menilai dari segi kualitatifnya saja. Kesan yang sering diplotkan dari masyarakat perkotaan terhadap masyarakat pedesaan adalah bodoh, mudah ditipu, lambat dalam berfikir dan bekerja, dan juga sering disebut-sebut “WONG NDESO”. Kesan ini disebabkan, masyarakat kota juga hanya melihat masyarakat pedesaan secara sepintas saja dan tidak mendefinisikannya secara objektif dan universal. Masyarakat kota memahami masyarakat pedesaan berlandaskan pada ciri-ciri masyarakatnya. Ciri-cirinya seperti; adanya jumlah orang, tinggal dalam suatu daerah tertentu, sistem hubungan, tujuan dan bekerja bersama, norma-norma kebudayaan.

Untuk menentukan suatu komunitas apakah termasuk masyarakat desa atau masyarakat kota, dapat dibedakan dari segi kualitatifnya. Pada masyarakat desa ditentukan oleh basis fisik dan sosialnya, seperti adanya kolektivitas, petani individu, tuan tanah, buruh tani, pemaro, dll. Pada masyarakat perkotaan ditekankan dari pengertian kotanya dengan cirri dan sifat yang khasnya yaitu kebutuhan primer dihubungkan dengan status sosial dan gaya hidup masa kini atau sering disebut manusia modern. Beberapa hal yang membedakan antara masyarakat desa dan kota adalah; Lingkungan umum dan orientasi terhadap alam. Pada umunya masyarakat desa lebih dekat dengan alam. Ada istilah “back to nature (kembali ke alam)”, masyarakat desa menganut istilah ini.

Pada sector mata pencaharian, pada umunya mata pencaharian masyarakat desa adalah bertani, tetapi tidak hanya terpusat pada bertani saja, ada juga yang memiliki mata pencaharian di luar bertani seperti berdagang, dll. Pada masyarakat kota, mata pencahariannya cenderung terspesialisasi seperti menjadi manajer suatu perusahaan atau menjadi pimpinan-pimpinan lainnya. Pada sector kepadatan penduduknya, penduduk masyarakat pedesaan tentunya lebih rendah di banding masyarakat kota. Sebab, ada istilah urbanisasi yaitu perpindahan dari desa ke kota, dan banyak penduduk desa yang mengadu nasib di perkotaan, sehingga perkotaan menjadi padat penduduknya. Tetapi sebenarnya, bukan hanya dari factor urbanisasi saja yang menyebabkan kota menjadi padat penduduknya. Tingkat kelahiran yang tinggi juga menjadi penyebab padatnya perkotaan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa kalu kita kaji secara umum lagi, perbedaan yang mencolok antara masyarakat kota dan desa adalah masyarakat desa itu pada umumnya lebih bersosialisasi dengan kepribadian yang sederhana, sedangkan masyarakat perkotaan sosialisasinya sudah kurang dan kepribadiannya sangat beragam. Biasanya masyarakat desa menganut system sosialisasi yang kuat dan sifat tepo saliro yang tinggi, juga memiliki kolektivitas (kebersamaan) yang erat. Sedangkan pada masyarakat kota, sosialisasimya sangat kurang. Hal itu disebabkan karena mayoritas masyarakat kota memiliki sifat individualistis dan ego yang tinggi, juga terkadang memiliki sifat acuh tak acuh dengan sesama masyarakat kota lainnya sehingga menyebabkan interaksi sosialnya menjadi kurang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s